Text
Daun Yang jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat beribadah, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.
Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas semua itu dengan membiarkan perasaan ini.
ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas, Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.
Sekarang, aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh kebumi seperti sehelai daun... Daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya
| 332-2024-C1 | 813 LIY d C1 | Perpustakaan SDI Al Azhar 19 Sentra Primer | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain