Text
Malin Kundang Anak Durhaka
Kapal itu mulai meninggalkan
pelabuhan untuk meneruskan perjalannya
sang nakhoda meninggalkan sosok tua
yang merenung kecewa,
dengan tertunduk air matanya
menetes setitik demi setitik meluncur
melewati pipinya yang keriput
Ia takut terjadi sesuatu yang tak diinginkannya
dan ia tahu bahwa sesuatu telah menunggu,
sesuatu yang tak akan pernah terlupakan
sebuah peristiwa yang akan menjadi
pelajaran bagi setiap insan
tentang kedurhakaaan dan akibatnya
| 853-2024-C1 | 813 AR, m C1 | Perpustakaan SDI Al Azhar 19 Sentra Primer (Rak Fiksi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain