Text
Sunset
Kali ini ibu terisak diujung telfon, semertara aku sudah dari tadi menangis mendengarkan
penjelasan ibu. Memang benar apa yang ayah daan ibu katakan. Tapi apakah aku sudah
siap untuk patah hati? Siap untuk menceritakan semua ini pada uda rizal. aku masih
mengharapkan dan dia juga begitu, selalu saja menghubungiku.
"Bu, bagaimana caraku melupakannya bu/" Aku terisak menanykan hal tersebut pada
ibu. Air mataku mengalir tiada henti.
"jangan kau lupakan dia, karena sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa melupakan
seseorang yaang pernah datang dalam hidupku. Ikhlaskan dan jadikan dia sebagai
teman, sahabat atau bahkan seorang kakak. Walaupun sangat sulit, tapi percayalah ini
lebih baik darpada kau berusaha melupakannya, karena semakin kau menghilangkannya
dari ingatanmu, maka bayangannya akan semakin hinggap dikepalamu.
| 980-2024-C1 | 813 PRA s C1 | Perpustakaan SDI Al Azhar 19 Sentra Primer (Rak Fiksi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain