Mohammad Hatta
Mustahil rasanya membicarakan sejarah Indonesia tanpa menceritakan peran Mohammad Hatta di dalamnya. Lahin dari keluarga serba berkecukupan tidak membuatnya kehilangan kepedulian akan penderitaan rakyat di negeri yang sedang dijajah.
Hatta mulai berjuang di masa pergerakan bersama rekan-rekannya
di Perhimpunan Indonesia di Belanda. Dalam perkembangannya.
Hatta menjadi Dwi Tunggal bersama Soekarno, kemudian mereka menjadi presiden dan wakil presiden.
Duduk di kursi wapres, tidak membuat Hatta berhenti memperjuangkan hal yang dianggapnya benar. Ketika Soekarno sudah mengarahkearah demokrasiterpimpin, Hattamemperlihatkan ketidaksetujuannya. Puncaknya, Hatta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden. Namun, perbedaan pandangan politik tidak membuat Soekarno dan Hatta berhenti bersahabat.
Setelah tidak menjadi wakil presiden. Hatta tetap berkegiatan menulis dan memberikan ceramah di kampus. Hingga akhir hayatnya, Hatta ingin dekat dengan rakyat. Oleh karena itu ia berpesan agar dirinya dimakamkan di taman pemakaman umum Tanah Kusir saja, bukan di taman makam pahlawan Kalibata.
| 182-2026-C1 | 920 APR m C1 | Perpustakaan SDI Al Azhar 19 Sentra Primer (Rak Non Fiksi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain