Bedebah di Ujung Tanduk
Di Negeri Para Bedebah, pencuri, perampok, bagai musang berbulu domba.
Di depan, wajah mereka tersenyum penuh pencitraan. Di belakang penuh tipu-tipu.
Di Negeri di Ujung Tanduk, pencuri, perampok, berkeliaran menjadi penegak hukum.
Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi.
Tapi setidaknya, Kawan, dalam situasi apapun, petarung sejati akan terus memilih kehormatan hidupnya.
Bahkan ketika nasib di ujung tanduk.
Dia akan terus bertarung habis-habisan, bersama sahabat sejati.
Karena esok, matahari akan terbit sekali lagi.
Bersama harapan.
| 200-2026-C1 | 813 LIY b C1 | Perpustakaan SDI Al Azhar 19 Sentra Primer (Rak Fiksi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain