Letjen Anumerta S.Parman Sang Pembela Tanah Air
Seperti anak-anak kecil lainnya, S. Parman suka bermain. Dia tumbuh menjadi anak yang pemberani. "Berani karena benar, takut karena salah". Itulah pedoman hidupnya.
Dia menaruh hormat dan patuh kepada ayah dan ibunya. Demikian pula kepada orang yang lebih tua. Jika ditegur atau dinasihati, dia tidak akan membantah. Oleh karena itu, orang tuanya sangat sayang kepada S. Parman.
S. Parman menyelesaikan pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) atau Sekolah Dasar Belanda di Wonosobo. Setelah lulus dari HIS, orang tuanya mengirimkan S. Parman ke Yogyakarta. Dia diterima di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), setara dengan SMP. S. Parman belajar dengan tekun hingga hasil belajarnya gemilang.
"Jangan biarkan masa kelam ini terulang kembali di masa depan. Semoga perjuangan Pahlawan Revolusi tidak sia-sia dalam memperjuangkan bangsa Indonesia. Indonesia adalah negara yang kuat."
| 475-2026-C1 | 923.5 SAR l C1 | Perpustakaan SDI Al Azhar 19 Sentra Primer (Rak Fiksi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain